THE POWER OF “KESEPAKATAN”
Oleh : Mir’atul Af’idah - Wali Kelas 1 SD
Sejak bulan September,
sekolah kami ada jadwal tatap muka di sekolah setiap satu minggu sekali. Setiap
kelas dibagi menjadi dua kelompok, untuk meminimalisir kerumunan.
Hari itu teman-teman
kelompok pertama masuk tatap muka di sekolah. Seperti biasa, mereka sangat
ceria dan ekspresif. Melepas rindu belajar di sekolah dan mungkin kejenuhan
terlalu lama di rumah. Kegiatan berjalan sebagaimana biasanya. Saat jam
kegiatan, tiba-tiba Mbak Aida dan Mbak Aira meminta izin untuk bermain di Playground.
Akhirnya kami mencoba untuk mengajak mereka ngobrol, mengajak berpikir logis
dan kritis.
"Sekarang kan
waktunya kegiatan, gimana kalau bermain di playgroundnya nanti saat jam
istirahat ?", jelas kami mencoba memberi pengertian.
Mereka terlihat mencerna
apa yang kami katakan. Tapi, ternyata mereka masih mencoba bernegosiasi. "Kami
pengennya main sekarang, Bu", sahut mereka.
Akhirnya kami membuat
kesepakatan bersama. "Oke deh, boleh bermain di playground sekarang. Tapi
kan kita masih ada kegiatan nih yang harus dilakukan, jadi solusinya bagaimana
donk?", Saya mencoba mengajak mereka berpikir logis dan mencari solusi.
"Bagaimana kalo kita
mainnya 5 menit aja, Bu ? Boleh ?", mereka mencoba menawarkan solusi dan
idenya. Akhirnya kami menyepakati itu.
Mereka berlari menuju
Playground dan bermain. Di tengah-tengah asyik bermain, mereka bertanya pada
guru yang ditemui di dekat playground. "Bu, sekarang jam berapa ? Sudah
berapa menit ?". Guru yang ditanya agak bingung.
"Lah emang tadi
bermainnya mulai jam berapa ? Sepertinya sudah 5 menit Mbak. Emang kenapa toh
?".
Mereka mencoba
menjelaskan, "Kita tadi kesepakatanya bermain 5 menit, jadi sekarang harus
kembali ke kelas." Akhirnya mereka pun bergegas kembali ke kelas dengan
ceria dan sudah lebih siap untuk belajar. Betapa bahagianya menjadi anak-anak
ketika orang dewasa mau memahami mereka.
asik ya kalo sama sama sepakat untuk bersepakat
BalasHapus